Logo Bloomberg Technoz

Suhu Ekstrem di Eropa, Prancis Catat Hari Terpanas dalam Sejarah

News
25 June 2026 14:40

Pejalan kaki minum dari pancuran air saat gelombang panas melanda Marseille, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Jeremy Suyker/Bloomberg)
Pejalan kaki minum dari pancuran air saat gelombang panas melanda Marseille, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Jeremy Suyker/Bloomberg)

Joe Wertz and Nayla Razzouk - Bloomberg News

Bloomberg, Prancis mencatatkan rekor suhu udara siang dan malam tertinggi dalam sejarah demi sejarah negara tersebut. Gelombang panas ekstrem yang kini melanda wilayah Eropa Barat dilaporkan kian memburuk, hingga melumpuhkan aktivitas sekolah, sistem transportasi, hingga sejumlah situs wisata internasional.

Saat gelombang panas yang telah berlangsung seminggu ini terus berlanjut, suhu udara mencapai 44,3 derajat Celsius terpantau di wilayah Pissos, Prancis barat daya. Lembaga meteorologi pemerintah, Météo-France, melaporkan bahwa rata-rata suhu harian di negara tersebut menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 29,8 derajat Celsius pada hari Selasa (23/6). Fenomena ini menyusul rekor malam terpanas dalam sejarah Prancis, di mana suhu minimum saat malam hari rata-rata berada di angka 21,6 derajat Celsius.


Perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas di Eropa, yang merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Kondisi ini membebani sistem kesehatan, transportasi, dan energi. Gelombang panas kali ini terjadi bahkan sebelum suhu musim panas biasanya mencapai puncaknya pada Juli dan telah dikaitkan dengan puluhan kematian. Model cuaca jangka panjang dan analisis para meteorolog menunjukkan suhu di atas normal kemungkinan akan berlangsung selama beberapa bulan di Eropa.

Prancis menjadi pusat gelombang panas bulan ini, ketika kubah panas bertekanan tinggi diperkuat oleh perubahan atmosfer yang berkaitan dengan berkembangnya fenomena El Niño. Negara itu telah mengeluarkan peringatan panas tingkat merah untuk rekor 72 departemen, sementara peringatan serupa juga diberlakukan di Inggris, Jerman, Spanyol, dan Swiss.

Gelombang panas di Eropa semakin parah. (Sumber: Bloomberg)