OJK: Dampak Pelemahan Rupiah ke Industri BPR Relatif Terbatas
Mis Fransiska Dewi
25 June 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) relatif terbatas lantaran tidak melakukan kegiatan usaha dalam bentuk valuta asing (valas).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan dibandingkan bank umum, dampak langsung pelemahan nilai tukar terhadap BPR relatif lebih terbatas karena model bisnis BPR pada dasarnya berfokus pada penghimpunan dana dan penyaluran kredit dalam mata uang rupiah serta melayani masyarakat dan UMKM di daerah.
“BPR juga tidak melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing sehingga tidak memiliki eksposur langsung terhadap risiko nilai tukar sebagaimana bank umum yang memiliki transaksi valas,” kata Dian dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (25/6/2026).
Namun demikian, Dian menyebut BPR tetap berpotensi menghadapi dampak tidak langsung (indirect impact), antara lain menurunnya kemampuan bayar debitur UMKM yang bergantung pada bahan baku impor atau produk impor, meningkatnya biaya produksi dan operasional pelaku usaha kecil akibat kenaikan harga bahan baku impor, serta tekanan inflasi yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat sehingga memengaruhi kinerja usaha debitur BPR.
Dengan kondisi tersebut, OJK mendorong BPR untuk memperkuat ketahanan dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi, termasuk volatilitas nilai tukar.































