Di sisi lain, Dia mengklaim jaksa juga sudah terlebih dahulu memiliki informasi-informasi awal mengenai dugaan praktik lancung yang dilakukan oleh perusahaan sawit di Indonesia.
Misalnya, kata dia, Duta Palma Grup yang terjerat dalam kasus korupsi izin perkebunan sawit di Indragiri Hulu, Riau dan tindak pidana pencucian uang. Meski demikian, dia tidak menjelaskan apakah Duta Palma Grup turut terseret dalam perkara manipulasi harga ekspor CPO yang tengah dalam penyidikan saat ini.
"Sehingga ada penambahan ataupun ada penguatan dari informasi awal yang disampaikan oleh Pak Menkeu, ini sedang berproses," ujar Febrie.
Berdasarkan data yang diterima Bloomberg Technoz, sejumlah perusahaan yang diselidiki Kementerian Keuangan itu di antaranya PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Multimas Nabati Asahan hingga PT Energi Unggul Persada yang tergabung ke dalam grup usaha Wilmar.
Selanjutnya, ada PT Kutai Refinery Nusantara dan PT Sari Dumai Sejati yang tergabung ke dalam grup usaha Royal Golden Eagle. Lalu Musim Mas dan PT Intibenua Perkasatama.
Pemeriksaan tranfer pricing lainnya turut menyasar ke Grup Sinar Mas di antaranya Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), PT Sumber Indah Perkasa dan PT Ivo Mas Tunggal.
(dov/frg)





























