Rupiah Ditutup Rp17.943/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
24 June 2026 16:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melemah 0,55% pada sesi perdagangan Rabu (24/6/2026) ke Rp17.943/US$, bersama hampir semua mata uang Asia.
Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang cukup persisten dalam beberapa hari terakhir, seiring makin tingginya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan kembali mengambil langkah hawkish untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.
Indeks dolar AS yang berada di level 101,58, tertinggi sejak Mei 2025, membawa sebagian besar mata uang kawasan hari ini berada di zona merah.
Baht Thailand melemah paling tajam 0,78%, disusul won Korea Selatan, rupiah, dolar AS, peso Filipina, yuan offshore, yuan China, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sebaliknya, hanya ringgit Malaysia menguat terbatas bersama rupee India dan dolar Hong Kong.
Dari dalam negeri, sentimen MSCI membayangi pergerakan rupiah di tengah kerentanan eksternal. Meski Indonesia berhasil mempertahankan status emerging markets, MSCI masih menyoroti sejumlah isu struktural terkait transparansi kepemilikan saham atau penentuan free float.





























