Tata Electronics Jadi Korban Serangan Siber, Data Diduga Bocor
Merinda Faradianti
24 June 2026 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tata Electronics mengonfirmasi, perusahaan menjadi target serangan siber yang mempengaruhi sebagian infrastruktur teknologi informasinya. Meski demikian, perusahaan menegaskan insiden tersebut tidak berdampak pada operasional bisnis yang tetap berjalan normal.
Mengutip laporan BleepingComputer, juru bicara Tata Electronics mengatakan perusahaan mendeteksi insiden keamanan siber tersebut beberapa pekan lalu dan segera mengaktifkan protokol respons darurat.
“Beberapa minggu lalu, Tata Electronics mengidentifikasi insiden keamanan siber pada sebagian sistem kami. Protokol respons kami segera dijalankan dan insiden ini tidak berdampak pada operasional bisnis kami, yang tetap berjalan normal,” kata perwakilan perusahaan, dikutip Rabu (24/6/2026).
Tata Electronics merupakan unit bisnis dari Tata Group yang berfokus pada manufaktur komponen elektronik dan semikonduktor. Sejak berdiri pada 2020, perusahaan berkembang pesat menjadi salah satu produsen teknologi terbesar di India, termasuk memproduksi dan merakit iPhone serta berbagai komponen untuk Apple.
Konfirmasi tersebut muncul setelah grup peretas World Leaks mengeklaim telah berhasil mencuri dan membocorkan data milik Tata Electronics. Kelompok itu mempublikasikan sejumlah direktori dan dokumen yang disebut berisi data manufaktur produk Apple.
Data yang diduga bocor mencakup skema komponen internal, desain papan sirkuit cetak (PCB), spesifikasi material, hingga berkas software development kit (SDK) yang berkaitan dengan proses produksi perangkat Apple.
Hingga kini, Tata Electronics belum mengungkap identitas pelaku serangan. Sementara, Apple juga belum memberikan tanggapan terkait dugaan kebocoran data tersebut setelah dimintai komentar oleh BleepingComputer.
World Leaks sendiri dikenal sebagai penerus atau rebranding dari kelompok ransomware Hunters International yang menghentikan operasinya pada Juli 2025. Berbeda dengan model ransomware tradisional yang mengenkripsi data korban, World Leaks beroperasi sebagai kelompok pemerasan berbasis pencurian data dengan ancaman publikasi informasi sensitif.
Kelompok tersebut sebelumnya juga dikaitkan dengan sejumlah insiden besar. Produsen komputer Dell mengonfirmasi pelanggaran keamanan yang melibatkan kelompok itu pada Juli 2025. Selain itu, perusahaan pakaian olahraga Nike juga meluncurkan investigasi setelah World Leaks mengklaim mencuri sekitar 1,4 terabyte data perusahaan pada Januari 2026.































