Logo Bloomberg Technoz

Ironi Listrik Jawa: Kapasitas Berlebih, Arus Bahan Bakar Merintih

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 June 2026 16:30

Batu bara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Batu bara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center of Reform on Economics (Core) menyoroti klaim oversupply pasokan listrik yang digaungkan pemerintah di sistem kelistrikan Jawa—Bali, sebab akhir-akhir ini listrik di sebagian wilayah di Pulau Jawa justru mengalami pemadaman bergilir.

Ekonom energi Core Muhammad Ishak Razak mencatat cadangan daya sistem Jawa—Bali pernah mencapai 44% atau jauh di atas batal ideal sekitar 30%, dengan kelebihan pasokan atau oversupply nasional sekitar 4—6 gigawatt (GW).

Akan tetapi, dia menegaskan kelebihan pasokan tersebut lebih terkait dengan kapasitas terpasang, sedangkan pemadaman yang terjadi akibat bahan bakar yang tidak mengalir ke pembangkit.


“Dengan kata lain, kapasitas terpasang tidak ada artinya jika tidak ada sumber energinya. Pembangkitnya ada dan daya terkontrak terpenuhi, tetapi PLTU tidak bisa beroperasi optimal karena kekurangan batu bara terutama kalori menengah,” kata Ishak ketika dihubungi, Rabu (24/6/2026).

Tiang transmisi listrik di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bradwell yang sudah dinonaktifkan./Bloomberg-Chris Ratcliffe

Evaluasi Manajemen