Logo Bloomberg Technoz

Respons Datar Pengrajin Tahu-Tempe Subsidi Rp2000 Per Kilogram

Sultan Ibnu Affan
24 June 2026 13:00

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia atau Gakoptindo menilai pemberian subsidi harga kedelai sebesar Rp2.000/kg apabila melewati harca acuan pemerintah (HAP) tidak tepat dan masuk akal.

Sekretaris Jenderal Gakoptindo Wibowo Nurcahyo mengatakan, harga yang dijual kedelai di tingkat importir kedelai kepada pengrajin saat ini rata-rata baru sebesar Rp10.000/kg.

Dengan kata lain, pengrajin tetap tidak bisa menikmati pemberian subsidi pemerintah lantaran harga masih berada di bawah HAP yang dipatok pemerintah ditingkat importir Rp11.500/kg. Sementara, di tingkat konsumen (pengrajin tahu-tempe) maksimal Rp12.000/kg.


"Subsidi itu kan ada [syarat harus melewati] harga acuan pemerintah yang Rp12.000/kg. Sekarang importir jual masih Rp10.000-an. Jadi subsidinya nggak ada, kabar baik saja lah," ujarnya saat dihubungi, Rabu (24/6/2026).

Wibowo lantas meminta pemerintah untuk kembali meninjau ulang kebijakan pemerintah subsidi tersebut. Semestinya, kata dia, subsidi diberikan tanpa syarat apapun.