Logo Bloomberg Technoz

Gerak Rupiah di Tengah Keperkasaan Dolar dan Isu MSCI

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 June 2026 09:22

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Rabu (24/6/2026) dengan pelemahan 0,39% ke Rp17.915/US$. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahan 0,53% ke posisi Rp17.940/US$ pada 09:07 WIB.

Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang cukup persisten dalam beberapa hari terakhir. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih bertahan di level 101,41, dan menekan pergerakan mata uang Asia. 

Baht Thailand melemah paling dalam 0,67%, disusul peso Filipina, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan. Sementara, pelemahan pada ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang relatif terbatas. 


Sedangkan, hanya yuan China dan yuan offshore yang menguat terbatas. 

Pergerakan mata uang Asia (Bloomberg)

Bagi rupiah tekanan dari dolar AS melengkapi sentimen domestik  pasca rilis hasil penilaian klasifikasi pasar oleh MSCI edisi Juni. MSCI juga mengapresiasi atas sejumlah reformasi yang dilakukan oleh otoritas keuangan: Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).