Jalan Terjal AirAsia: Rugi, Dera Krisis Avtur Hingga Gagal Bayar
Sultan Ibnu Affan
24 June 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Krisis yang didera maskapai penerbangan AirAsia bukan suatu peristiwa yang muncul dalam waktu singkat. Teranyar, salah satu maskapai berbiaya rendah (Low-cost carrier/LCC) dunia tersebut mengalami gagal bayar ke sejumlah pemasok.
Berdasarkan laporan terbaru Bloomberg, AirAsia X Bhd belum dapat melakukan pembayaran kepada pemasok dan meminta penundaan pembayaran untuk setidaknya selusin pesawat, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.
Hal tersebut terjadi setelah adanya kenaikan harga bahan bakar avtur yang melambung sebagai imbas dari konflik geopolitik Timur Tengah yang sangat membebani keuangan maskapai penerbangan tersebut. Bagaimana titik awalnya?
Awal Mulai Berdiri
Perusahaan ini pertama kali didirikan pada 1993 silam oleh konglomerasi pemerintah Malaysia saat itu, DRB-HICOM Bhd. Maskapai kemudian beroperasi khusus penerbangan domestik pada 1996. Bisnisnya tidak berjalan mulus, dan didera kerugian hingga sekitar 40 juta ringgit dan memaksa perusahaan berada di ambang kebangkrutan.
Pada September 2001, seorang bernama Tony Fernandes dan rekannya, Kamarudin Meranun membeli perusahaan hanya seharga 1 ringgit dan mengambilalih seluruh utangnya.
































