Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berubah Merah, Tersengat Pelemahan Rupiah dan Isu MSCI

Muhammad Julian Fadli
24 June 2026 11:25

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Sesi I hari ini, Rabu (24/6/2026) berbalik arah dengan melemah 1,69% ke level 5.998. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan rupiah yang melemah 0,61% hingga jadi yang terlemah di Asia pada level Rp17.954/US$.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar, saham–saham big caps, juga menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan. Saham–saham barang baku, saham energi, dan saham infrastruktur mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah 3,05%, 2,62% dan 2,31%.

IHSG Balik Arah (Bloomberg)

Pada perdagangan pagi hari IHSG berbalik arah hingga terus melemah, rentang perdagangan terjadi 6.171 sampai dengan terlemahnya 5.996. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp5,71 triliun dari sejumlah 10,59 miliar saham yang diperjualbelikan dengan frekuensi terbilang 888 ribu kali.


Tercatat ada pelemahan 406 saham, dan sebanyak–banyaknya 226 saham terjadi penguatan. Sedang terdapat 169 saham stagnan.

Berikut adalah saham–saham berbobot besar yang menjadi sebab balik arahnya IHSG:

  1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membebani 9,05 poin
  2. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) membebani 7,66 poin
  3. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membebani 7,66 poin
  4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membebani 6,3 poin
  5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membebani 6,29 poin