Stimulus Ekonomi Bisa Sangga Daya Beli Kelas Menengah-Bawah
Lisa Listiani
24 June 2026 14:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah baru saja mengumumkan stimulus ekonomi yang akan dikucurkan oleh pemerintah pada semester II-2026 mendatang dengan total dana sebesar Rp26,34 triliun yang terdiri dari bantuan pangan, insentif transportasi dan juga anggaran magang dan vokasi.
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede menyebut bahwa stimulus-stimulus ini dapat mendongkrak daya beli masyarakat menengah dan masyarakat bawah terutama dalam jangka pendek.
Jadi, dari sisi perlindungan sosial, kebijakan ini tepat sasaran secara fungsi karena menahan beban biaya hidup saat harga pangan dan energi masih berisiko naik
Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata
Bantuan pangan misalnya, menurutnya akan mendongkrak daya beli masyarakat kelas bawah dalam jangka pendek, apalagi kelompok bawah memiliki porsi belanja pangan yang besar dalam pengeluaran rumah tangga, sehingga bantuan beras dan stabilisasi harga pangan langsung terasa pada ruang belanja harian.
Apalagi pemerintah menyebut bantuan pangan dilanjutkan untuk Juli, Agustus, dan September dengan 33,24 juta penerima dan kebutuhan anggaran sekitar Rp17,54 triliun, ditambah stabilisasi harga pangan seperti subsidi kedelai Rp2.000 per kg untuk kuota 250.000 ton.
“Jadi, dari sisi perlindungan sosial, kebijakan ini tepat sasaran secara fungsi karena menahan beban biaya hidup saat harga pangan dan energi masih berisiko naik,”kata Josua kepada Bloomberg Technoz, dikutip Rabu (24/6/2026).































