Logo Bloomberg Technoz

Netlist Gugat Samsung-Google atas Dugaan Pelanggaran Paten Memori

Merinda Faradianti
24 June 2026 12:20

Ilustrasi Permintan Chip. (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Ilustrasi Permintan Chip. (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perusahaan teknologi memori asal Amerika Serikat, Netlist, memperluas langkah hukumnya terhadap Samsung dan Google terkait dugaan pelanggaran paten teknologi memori yang digunakan dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Dalam pengumuman terbaru, Netlist menyatakan telah mengajukan proses hukum baru terhadap Samsung di Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (ITC) serta Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Texas.

Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dua paten terbaru Netlist yang mencakup teknologi memori berperforma tinggi untuk kebutuhan AI. 

Dalam gugatannya, Netlist menuduh Samsung menggunakan teknologi yang dilindungi oleh Paten AS Nomor 12.646.537 dan 12.650.937 tanpa lisensi yang sah.

Selain Samsung, pengaduan yang diajukan ke ITC juga mencantumkan Google, Nvidia, Broadcom, dan Supermicro sebagai pihak terkait karena produk mereka diduga menggunakan teknologi memori yang menjadi objek sengketa.

Chief Executive Officer Netlist, C.K. Hong, mengatakan perusahaan akan terus melindungi inovasi yang dikembangkan untuk pasar AI yang berkembang pesat.

“Netlist terus mendorong inovasi terobosan dalam memori AI. Langkah penegakan hukum ini memperluas upaya kami untuk melindungi teknologi server DIMM generasi berikutnya dan HBM dari penggunaan tanpa izin,” kata Hong, dilansir dari PR Newswire, Rabu (24/6/2026).

Netlist meminta ITC mengeluarkan perintah penghentian dan larangan impor terhadap produk-produk yang dianggap melanggar hak patennya. Jika dikabulkan, langkah tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok perangkat keras AI global.

Pasalnya, Samsung merupakan salah satu pemasok utama memori HBM yang digunakan pada akselerator AI dan server pusat data.

Sengketa terbaru ini menambah panjang daftar perselisihan hukum antara Netlist dan Samsung. Dalam beberapa tahun terakhir, Netlist telah memenangkan sejumlah putusan pengadilan terkait pelanggaran paten memori.

Pada November 2024, juri federal di Texas memerintahkan Samsung membayar ganti rugi sebesar US$118 juta kepada Netlist atas pelanggaran paten teknologi memori berperforma tinggi. Putusan tersebut menyusul kemenangan Netlist sebelumnya senilai US$303 juta dalam kasus terpisah melawan Samsung.

Menurut Netlist, teknologi yang disengketakan berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan pemrosesan data pada server modern, terutama untuk aplikasi cloud computing dan AI. Perusahaan menilai penggunaan teknologi tersebut tanpa lisensi telah merugikan pemegang hak paten.