Logo Bloomberg Technoz

Insentif EV Molor ke Agustus, Kian Cemas Penjualan Tertekan

Merinda Faradianti
23 June 2026 14:00

Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Shoowroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Shoowroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi meminta agar pemerintah memberikan kepastian terkait insentif kendaraan listrik yang hingga kini kembali mengalami penundaan. 

Menurutnya, ketidakpastian kebijakan membuat masyarakat memilih menunda pembelian kendaraan listrik dan berpotensi mengganggu kinerja industri.

Budi mengatakan pelaku industri sempat menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik yang sebelumnya disebut akan diumumkan pada awal Juni 2026. Namun, jadwal tersebut kemudian bergeser ke Juli dan kini kembali mundur menjadi Agustus.


“Sebetulnya ketika Presiden Prabowo [Subianto] menyampaikan bahwa akan ada insentif kendaraan listrik di awal Juni, itu sangat menyenangkan bagi industri. Tapi kemudian diundur sampai Juli dan sekarang Agustus. Tentu saja masyarakat yang menunggu untuk membeli akan kembali menunda,” kata Budi Setiyadi, pada Bloomberg Technoz, Selasa (23/6/2026).

Menurut dia, semakin lama kepastian insentif ditunda, semakin besar dampaknya terhadap pasar. Sebab, konsumen yang sudah berencana membeli kendaraan listrik cenderung menahan transaksi sambil menunggu skema insentif diumumkan.