Menakar Dampak Stimulus Rp26,34 Triliun Buat Ekonomi RI
Dian Sari Pertiwi
23 June 2026 13:53

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menggulirkan paket stimulus senilai Rp26,34 triliun pada semester II-2026 demi menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.
Langah kebijakan ini diupayakan pemerintah di tengah kekhawatiran terhadap tekanan eksternal yang masih berlanjut dan bisa berpotensi menganggu pemulihan ekonomi domestik.
Selain itu, di tengah pelemahan rupiah menyentuh 6,57% sejak awal tahun, tingginya suku bunga BI Rate, serta kenaikan harga energi global—meski saat ini telah mereda, membuat pemerintah berupaya menjaga konsumsi rumah tangga dan aktivitas industri agar tidak mengalami perlambatan yang lebih dalam.
Jika melihat nominal, nilai stimulus tersebut memang relatif kecil dibandingkan ukuran Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2025 yang mencapai Rp23.821,1 triliun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, bisa jadi efektivitasnya terletak pada sasaran kebijakan yang cenderung diarahkan langsung pada konsumsi masyarakat dan industri manufaktur.
Stimulus dan insentif kali ini setidaknya menyasar hampir semua kelompok masyarakat dan sektor yang saat ini sedang terhimpit tekanan eksternal dan inflasi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.






























