Logo Bloomberg Technoz

Respons Pengamat soal Rencana Subsidi Kendaraan Listrik Tahun Ini

Farid Nurhakim
04 May 2026 14:30

Warga mengisi daya mobil listrik di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga mengisi daya mobil listrik di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Indonesia berencana mempertimbangkan pemberian subdisi untuk pembelian seluruh model kendaraan berbasis listrik (electronic vehicle/EV). Kabar ini dibenarkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, yang menyebut masih dalam tahap pembahasan di lintas kementerian. 

"Setahu saya betul. Pemerintah masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan bersifat selektif berdasarkan TKDN (tingkat komponen dalam negeri), emisi, serta jenis baterai, nikel diprioritaskan, untuk skema pemberian subsidi untuk seluruh BEV (battery electric vehicle/kendaraan listrik)," kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Minggu malam (3/5/2026). 

Menurut dia, motif utamanya adalah terkait dengan ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mendorong hilirisasi nikel dan produksi sel baterai hingga pengepakan baterai (battery packing), serta rangkaian sistem di EV (drivetrain) sampai komponen inti mobil listrik lainnya secara lokal.


Yannes berharap kebijakan-kebijakan kunci yang strategis ini perlu secara serius dijalankan untuk membangun swasembada energi dan  kemandirian yang riil pada industri dalam negeri. 

"Tetapi, untuk kali ini, diharapkan pemerintah harus serius dalam menjaga konsistensi regulasi agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha, investor global yang masuk ke  Indonesia termasuk industrinya hingga kepastian dalam jangka panjang kepada konsumen yang mau bermigrasi ke BEV," ujar dia.