Ketahanan Energi Lebih Diutamakan Dibandingkan Isu Iklim
News
22 June 2026 20:20

Nayla Razzouk - Bloomberg News
Bloomberg, OPEC tetap tidak melihat adanya puncak dalam permintaan minyak global, dan memperkirakan akan terjadi “pertumbuhan yang kuat” karena pemerintah di AS, Eropa, dan negara-negara lain memprioritaskan ketahanan energi dan keterjangkauan harga energi, dibandingkan target-target iklim.
“Meningkatnya fokus pada ketahanan energi dan keterjangkauan harga energi telah mengubah lanskap kebijakan energi di seluruh dunia,” kata OPEC. “Dalam banyak kasus, pergeseran ini mencerminkan pembalikan, penundaan, atau pembatalan target dan komitmen ambisius sebelumnya yang bertujuan mengurangi permintaan minyak.”
Permintaan minyak diproyeksikan akan naik menjadi 113,3 juta barel per hari pada tahun 2030 dan 124,1 juta barel per hari pada tahun 2050, naik dari 105,1 juta barel pada tahun 2025. Demikian disampaikan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan tahunan World Oil Outlook.
Pandangan optimistis kelompok ini mengenai permintaan minyak bertolak belakang dengan perkiraan lembaga lain seperti Badan Energi Internasional (IEA). Organisasi yang bermarkas di Paris ini baru saja memprediksi bahwa dampak perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran akan jauh lebih dalam daripada yang diperkirakan sebelumnya, di mana konsumsi minyak dunia diperkirakan akan anjlok sebesar 1,1 juta barel per hari tahun ini.































