Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG ke Bawah 6.000

Muhammad Julian Fadli
23 June 2026 14:38

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah dalam. Pada Selasa (23/6/2026) pukul 13:45 WIB, IHSG langsung turun hingga ke bawah level 6.000 dengan pelemahan nyaris 2%.

Tekanan jual yang makin deras tercermin dari rentang perdagangan di area level 6.121 sampai dengan terlemahnya menyentuh 5.993. Transaksi perdagangan saham didominasi aksi jual dengan volume mencapai 28,22  miliar saham dan nilai Rp24,18 triliun. Frekuensi yang terjadi 1,16 juta kali.

Hanya ada 165 saham yang menguat. Sedangkan 506 saham melemah dan 140 saham lainnya tidak bergerak.


Sejumlah saham menjadi pemberat IHSG. Saham–saham keuangan, saham energi, dan saham transportasi mencatatkan penurunan paling dalam, masing-masing 3,03%, 2,41% dan 1,52%.

Berikut sejumlah saham yang menjadi laggard terbesar, berdasarkan data Bloomberg:

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menekan 23,97 poin
  2. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menekan 13,24 poin
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 11,77 poin
  4. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menekan 9,76 poin
  5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menekan 7,86 poin