Logo Bloomberg Technoz

Kebimbangan Warga Pilih BBM: Beralih ke Pertalite atau Pertamax?

Dovana Hasiana
13 June 2026 19:15

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah masyarakat mulai mengalami kebimbangan usai PT Pertamina (Persero) memilih untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax. Mereka gamang, apakah bakal tetap menggunakan BBM dengan nilai oktan atau research octane number (RON) 92 tersebut atau beralih ke BBM Pertalite yang harganya tetap dibanderol pada level Rp10.000 per liter.

Salah seorang warganet di sosial media X, dulunya Twitter, mengaku bakal langsung beralih ke Pertalite dengan kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, di tengah situasi perekonomian saat ini, lebih baik berhemat dengan menggunakan BBM Pertalite. 

"Teori sayang kendaraan cuma berlaku kalau isi dompet lagi sehat walafiat. In this economy, mending mesin yang ngelitik dikit-dikit menahan beban, daripada dompet yang langsung kritis masuk ICU," cuit seorang warganet dengan akun @edittweet. 


Warganet lainnya mengatakan sempat tetap kukuh untuk menggunakan Pertamax. Alhasil, motor yang diisi dengan Pertamax seharga Rp50.000 hanya cukup untuk dua kali perjalanan pulang dan pergi. Padahal biasanya motor yang diisi dengan Pertamax seharga Rp45.000 masih bisa digunakan untuk tiga kali perjalanan pulang dan pergi. Dia mengatakan bakal mempertimbangkan untuk beralih ke Pertalite untuk pengisian BBM selanjutnya.

"Sepertinya selanjutnya mau minta maaf sama kendaraan karena bakal beralih ke Pertalite. Namun kalau SPBU swasta ada isinya tentu akan masih jadi pilihan pertama ku," ujar seorang warganet @pt96frd.