Logo Bloomberg Technoz

Minyak Dunia Tembus US$100, Purbaya Jamin Harga Pertalite Ditahan

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 July 2026 14:45

Seorang petugas memindai kode QR di SPBU PT Pertamina di Pangkal Pinang, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Seorang petugas memindai kode QR di SPBU PT Pertamina di Pangkal Pinang, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tak bakal mengalami kenaikan, meskipun harga minyak mentah Brent acuan dunia kembali merangsek naik ke level US$100/barel.

Purbaya menyatakan telah mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyimulasikan ketahanan fiskal terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia, hingga diatas level US$100/barel.

Dia memastikan, berdasarkan simulasi yang dilakukan, anggaran negara masih dapat meredam dampak kenaikan harga minyak dunia di level US$100/barel.


“BBM nonsubsidi kan emang enggak disubsidi kan, terserah Pertamina itu ya. Kalau yang subsidi akan kita jaga terus,” kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026).

Cuma kemarin di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Bukan US$100 saja, atau lebih, jadi gimana kita anggarannya. Jadi sedang kita hitung tadi,” tegasnya.

Pergerakan minyak Brent sampai dengan 24 Juli 2026./dok. Bloomberg