Logo Bloomberg Technoz

Wilayah tersebut merupakan rumah bagi salah satu pusat industri kimia berbasis batu bara terbesar di China, yakni Kota Ordos, tempat batu bara diolah menjadi olefin untuk memproduksi plastik, serta menjadi minyak dan gas sintetis.

Pabrik olefin Baofeng, yang mulai beroperasi tahun lalu dengan kapasitas produksi tahunan 3 juta ton, merupakan yang terbesar di negara itu.

Beberapa fasilitas olefin besar lainnya juga sedang dikembangkan di kawasan tersebut.

Perang Iran telah menjadi pendorong bagi industri ini, dan Bloomberg Intelligence memperkirakan konsumsi batu bara di sektor tersebut dapat meningkat hingga 20% tahun ini.

Meski teknologi konversi batu bara tersebut meningkatkan kemandirian China, ekspansinya juga menghambat kemajuan negara itu dalam upaya mengurangi emisi.

Pertumbuhan industri ini dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong lonjakan emisi karbon yang meningkat 12% hanya pada 2025, menurut Center for Research on Energy and Clean Air.

Mongolia Dalam juga muncul sebagai salah satu pelopor energi bersih terkuat di China, dengan pembangkit listrik tenaga angin terbesar di negara itu tahun lalu serta sejumlah pabrik teknologi hijau, termasuk milik Ming Yang Smart Energy Group Ltd. dan Envision Energy Co.

Menurut Huang, wilayah tersebut memimpin China dalam kapasitas dan produksi energi terbarukan, dengan total kapasitas terpasang energi terbarukan yang telah melampaui 175 gigawatt atau sekitar 9% dari total nasional.

Produksi energi terbarukan di Mongolia Dalam bahkan begitu berlimpah sehingga sebagian output sering harus dikurangi akibat keterbatasan jaringan listrik dan kurangnya permintaan lokal.

Pemerintah daerah ingin memanfaatkan sumber daya tersebut untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat utama penyedia energi bagi pusat data dan ledakan industri kecerdasan buatan (AI).

“Wilayah ini akan bertransformasi dari pengekspor sumber daya menjadi penggerak kekuatan komputasi,” kata Huang. “Kami akan mengubah sumber daya alam Mongolia Dalam menjadi listrik dan daya komputasi.”

Para pejabat daerah pada Kamis menyatakan bahwa wilayah tersebut akan mencapai puncak emisi sesuai jadwal, yakni sebelum 2030, sembari tetap mempertahankan peran batu bara dalam sistem energi China.

“Kami meyakini bahwa tidak ada industri yang usang, yang ada hanyalah teknologi yang ketinggalan zaman. Karena itu kami sepenuhnya mendorong penghijauan operasi pertambangan,” ujar Huang.

“Transformasi cerdas sangat selaras dengan perencanaan dan strategi nasional, dengan secara bertahap mengembangkan berbagai proyek kimia batu bara modern yang hijau dan rendah karbon.”

(bbn)

No more pages