Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, tekanan masih terjadi pada obligasi tenor panjang seperti 12 tahun mencatat kenaikan imbal hasil 12,5 bps, 20 tahun 2,8 bps, dan 30 tahn naik 1,5 bps.

Kondisi ini menggambarkan adanya kompensasi risiko yang diminta oleh investor untuk menyimpang dananya dalam durasi lebih panjang.

Imbal hasil di pasar obligasi Jumat (12/6/2026), (Bloomberg)

Kurva Yield Makin Datar

Pekan ini, yield obligasi telah meninggalkan zona 6% dan bergerak di rentang sangat sempit kisaran 7,2% hingga 7,4%. Bahkan, selisih antara 1 tahun dan 30 tahun hanya terpaut 0,17%.

Padahal, dalam kondisi normal tenor panjang memberikan premi risiko yang jauh lebih tinggi dibanding tenor pendek, setidaknya terpaut 100 hingga 300 bps.

Hal ini menggambarkan ekspektasi pasar yang memperkirakan bahwa suku bunga akan bertahan tinggi dalam waktu lama (higher for longer) untuk menopang rupiah. 

Sementara, kenaikan yield pada tenor panjang mengindikasikan bahwa kepercayaan pasar terhadap stabilitas jangka pendek sepertinya belum sepenuhnya diikuti keyakinan terhadap prospek fiskal dan ekonomi jangka panjang. 

Dengan kata lain, pasar memang sudah mulai percaya pada kemampuan BI dalam menjaga stabilitas rupiah, tetapi masih menunggu katalis lanjutan bahwa stabilitas tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan. 

(dsp/aji)

No more pages