Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Godok Stimulus, Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 June 2026 11:10

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah tengah menggodok pemberian stimulus untuk meredam dampak rambatan dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 atau Pertamax 92.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana stimulus itu tengah disusun pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bahlil hanya memastikan harga komoditas energi bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, serta gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG 3 Kg) tetap ditahan pemerintah.


“Pemerintah lagi menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (11/6/2026) malam.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan kenaikan harga Pertamax akan memantik inflasi, serta memicu pergeseran konsumsi BBM ke bensin bersubsidi Pertalite.