Logo Bloomberg Technoz

ESDM Tanggapi Risiko Subsidi Pertalite Melebar Usai Pertamax Naik

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 June 2026 10:30

Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara ihwal potensi kuota subsidi Pertalite jebol setelah Pertamina mengerek harga Pertamax 92 ke Rp16.250 per liter.

Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan kementeriannya bakal berupaya agar kuota subsidi yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Dwi mengklaim kementeriannya bakal terus memantau realisasi penyaluran Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite, guna menjaga kondisi keuangan negara lantaran risiko konsumsi yang berlebih tahun ini.


“Yang penting masyarakat terpenuhi, tapi di satu sisi beban fiskal juga tidak terlalu berat,” kata Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Anggia mengklaim harga keekonomian BBM RON 92 di sejumlah negara berada di sekitar Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.

Artikel Terkait