Arah Rupiah Kala Harga Minyak Mulai Terpangkas
Tim Riset Bloomberg Technoz
12 June 2026 08:22

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar luar negeri yang sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan kemarin, pagi ini (12/6/2026) melemah terbatas 0,09% ke Rp17.928/US$. Tak lama berselang, tekanan jual mereda dan menyisakan pelemahan 0,07% ke posisi Rp17.925/US$ pada 07:58 WIB.
Salah satu sumber tekanan terbesar rupiah datang dari pasar energi global. Harga minyak mentah yang sudah memangkas sebagian besar kenaikannya menjadi US$90 per barel, masih jadi kabar kurang menggembirakan bagi Indonesia yang masih berstatus net importir minyak. Sebab, nilainya masih melampaui angka asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Kenaikan harga minyak tak cuma memperbesar kebutuhan devisa untuk impor energi, tapi juga berpotensi menekan posisi fiskal pemerintah melalui tingginya angka kompensasi dan subsidi energi yang harus dibayar.
Demi menjaga defisit, pemerintah kemudian menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter, mengingat harga minyak mentah bertahan tinggi cukup lama.
Langkah pemerintah menyesuaikan harga minyak disambut baik oleh pelaku pasar agar potensi defisit fiskal dapat lebih ditekan di akhir tahun.


























