Ekspor FeNi Wajib via DSI, Apa Efeknya ke Smelter Nikel RKEF?
Azura Yumna Ramadani Purnama
11 June 2026 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) mewaspadai kebijakan ekspor feronikel (FeNi) wajib melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) justru memberikan tekanan tambahan untuk smelter nikel pirometalurgi berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF).
Direktur Eksekutif Pushep Bisman Bakhtiar berpendapat saat ini pabrik pengolahan dan pemurnian nikel berbasis RKEF sedang tertekan gegara kenaikan harga bijih nikel dan lonjakan biaya energi.
Bisman khawatir ekspor feronikel melalui PT DSI bakal menambah biaya yang dikeluarkan smelter, sebab proses transaksi berpotensi lebih panjang. Jika kondisi tersebut terjadi, margin smelter RKEF bisa makin tipis.
“Karena memang saat ini saja [kinerja smelter RKEF] sudah berat. Smelter menghadapi kenaikan harga bijih nikel dan biaya energi yang cukup tinggi. Jika ditambah lagi dengan mekanisme ekspor yang menambah biaya dan juga proses transaksi yang jadi panjang, maka margin bisa makin minim,” kata Bisman ketika dihubungi, Kamis (11/6/2026).
Posisi Tawar































