Logo Bloomberg Technoz

Kemarau Tiba, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah RI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
26 July 2026 10:30

Warga menggunakan payung saat hujan di Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menggunakan payung saat hujan di Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan musim kemarau terus meluas di Indonesia. Meski demikian, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga akhir Juli 2026 akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.

"Sebanyak 72,8% wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau," kata BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (26/7/2026).

BMKG mencatat meluasnya musim kemarau juga ditandai dengan semakin panjangnya hari tanpa hujan (HTH). Hingga Dasarian II Juli 2026, sebanyak 1.366 titik pengamatan mengalami HTH kategori panjang atau 21-30 hari, 943 titik kategori sangat panjang atau 31-60 hari, serta 70 titik kategori ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari yang tersebar di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Durasi HTH terpanjang mencapai 80 hari di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.


Meski kondisi kering semakin mendominasi, BMKG menyebut peluang hujan masih terbuka di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta keberadaan Bibit Siklon Tropis 92W di utara Maluku Utara yang meningkatkan suplai uap air dan mendukung pembentukan awan hujan.

Untuk periode 24-26 Juli 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Tengah.