Logo Bloomberg Technoz

BEI Buka Suara Soal IPO Jumbo yang Masih Minim di 2026

Cahya Puteri Abdi Rabbi
26 July 2026 16:00

IDX Bursa Efek Indonesia (Dimas Ardian/Bloomberg)
IDX Bursa Efek Indonesia (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui belum banyak perusahaan berkapitalisasi besar yang memilih melantai di pasar saham sepanjang 2026. Bursa menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari dinamika pasar, di mana keputusan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) bergantung pada kesiapan masing-masing perusahaan dan momentum pasar.

Direktur Penilaian BEI, Saidu Solihin mengatakan kehadiran perusahaan berkapitalisasi besar memang dapat memperkuat kedalaman, likuiditas, dan daya tarik pasar modal Indonesia. Namun menurutnya, dinamika pasar saham tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya IPO berukuran besar.

"Keputusan untuk melantai di bursa merupakan keputusan bisnis masing-masing perusahaan yang mempertimbangkan kesiapan internal sekaligus momentum pasar. Fenomena ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terlihat di sejumlah pasar berkembang lainnya," kata Saidu kepada Bloomberg Technoz, dikutip Minggu (26/7/2026).


Ia menyampaikan bahwa strategi BEI saat ini bukan semata mengejar jumlah maupun ukuran IPO. Saidu menyebut, bursa lebih memprioritaskan pembangunan pipeline perusahaan yang berkualitas dan berkelanjutan agar mampu bertumbuh setelah menjadi perusahaan terbuka.

"Yang lebih penting adalah membangun pasokan perusahaan tercatat yang berkualitas, berkapitalisasi sehat, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu bertumbuh setelah IPO," ujar Saidu.