Logo Bloomberg Technoz

Telaah Dampak Ekspor Satu Pintu ke Investasi Hilirisasi Batu Bara

Sabrina Mulia Rhamadanty
11 June 2026 13:00

Tangki penyimpanan di kompleks tangki Secunda Energy di pabrik utama Sasol yang menggunakan gasifikasi batu bara menjadi bahan bakar./Bloomberg
Tangki penyimpanan di kompleks tangki Secunda Energy di pabrik utama Sasol yang menggunakan gasifikasi batu bara menjadi bahan bakar./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi industri batu bara sekaligus pengurus Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Hary Kristiono menilai munculnya skema ekspor satu pintu untuk batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) akan berpengaruh pada investasi sektor hilir batu bara.

“Masalahnya bukan pada pembeli [batu bara], tetapi investasinya, sudah menjadi kabar buruk,” ungkap Kris saat ditemui di sela Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta, pekan lalu.

Kris menjabarkan dalam pertemuan asosiasi dengan China Investors Association atau yang lebih dikenal sebagai Investment Association of China (IAC), pengusaha Negeri Panda memutuskan untuk menahan laju investasi mereka ke Indonesia, khususnya untuk investasi di sektor hilir batu bara.  


“Mereka [investor China] mengajukan permohonan dari 17 perusahaan. Namun, seminggu yang lalu mereka mengatakan kepada saya, mereka takut akan ketidakpastian,” ungkap Kris. 

Pasokan batu bara di dekat pabrik utama Sasol Ltd. yang menggunakan gasifikasi untuk membuat bahan bakar di Secunda, Afrika Selatan./Bloomberg-Waldo S

Potensi investasi yang dibidik para investor China tersebut kebanyakan untuk proyek-proyek bernilai tambah tinggi (added value) seperti gasifikasi dan teknologi pembuatan plastik berbahan dasar batu bara.