Kondisi Operasional Mal Kala Rupiah Hadapi Tekanan
Merinda Faradianti
09 June 2026 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memberikan dampak terhadap kenaikan biaya operasional pusat perbelanjaan.
Hal ini, kata dia, menjadi tantangan utama yang dihadapi pengelola mal di tengah kondisi konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Menurut Alphonzus, sejumlah komponen biaya operasional mengalami kenaikan akibat pengaruh dolar AS, terutama biaya logistik dan energi.
Salah satu yang paling dirasakan adalah kenaikan harga gas, mengingat komponen compressed natural gas (CNG) masih memiliki keterkaitan dengan nilai tukar dolar AS.
“Operasional di pusat perbelanjaan meningkat, terutama dari sisi biaya logistik, kemudian harga gas, karena CNG itu ada unsur nilai USD-nya. Sehingga kami mengalami kenaikan biaya gas setiap bulan,” kata Alphonzus, dalam acara Ulang Tahun Hippindo Ke-10 Tahun, Senin (8/6/2026).
Di sisi lain, pengelola pusat perbelanjaan tidak memiliki ruang yang besar untuk langsung membebankan kenaikan biaya tersebut kepada para penyewa.
































