Logo Bloomberg Technoz

Kondisi bisnis ritel yang masih berada dalam periode low season membuat tingkat penjualan belum mencapai level optimal.

“Kami harus selektif [tidak bisa menaikkan harga sewa] karena sedang berada di low season. Penjualan sedang belum maksimal, tetapi biaya operasi naik,” lanjutnya.

Selain pelemahan rupiah, Alphonzus juga menyoroti terhadap bertambahnya tekanan dari sejumlah pemerintah daerah yang berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) setelah adanya penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat.

Kondisi tersebut, menurut Alphonzus, memicu kenaikan berbagai pungutan dan pajak daerah yang turut menambah beban operasional pusat perbelanjaan.

“Beberapa pemerintah daerah karena dana alokasi daerah dikurangi, mereka juga mencari pendapatan tambahan dengan cara menaikkan pajak-pajak. Ini yang kami alami di beberapa daerah sehingga biaya operasional menjadi naik,” ungkapnya.

Meski menghadapi kenaikan biaya, dirinya menegaskan bahwa menaikkan harga atau tarif kepada konsumen maupun penyewa bukan menjadi pilihan utama.

Menurut Alphonzus, langkah tersebut justru berpotensi semakin menekan daya beli masyarakat yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

“Menaikkan harga adalah langkah terakhir. Di tengah situasi masyarakat yang sedang mengalami tekanan, menaikkan harga menjadi opsi terakhir,” jelasnya.

Sebagai alternatif, industri pusat perbelanjaan memilih strategi meningkatkan penjualan melalui berbagai program promosi dan festival belanja. APPBI saat ini tengah menggencarkan sejumlah agenda untuk menarik kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan.

Dalam waktu dekat, APPBI akan meluncurkan Festival Jakarta Great Sale dalam rangka memperingati hari jadi Jakarta sekaligus mendorong transaksi ritel.

Selain itu, Solo Raya Great Sale juga tengah dipersiapkan. Pada Agustus mendatang, APPBI kembali menggelar Indonesia Shopping Festival dengan hadiah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Triwulan IV adalah peluang terakhir bagi industri ritel di Indonesia untuk mencari penjualan. Kalau kondisi berat ini masih berlanjut sampai triwulan IV, hampir dipastikan kinerja industri ritel pada 2026 akan semakin sulit mencapai target," pungkasnya.

(ain)

No more pages