Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Menguat Terbatas, Tertopang Rebound Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 June 2026 09:31

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan hari ini dengan penguatan terbatas, memutus tren pelemahan yang berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. 

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (9/6/2026), rupiah menguat 0,09% ke posisi Rp18.143/US$, di tengah kenaikan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak yang bertahan tinggi di level US$93,75 per barel pada 08.45 WIB. 

Penguatan rupiah tertopang harga minyak mentah dunia yang  terkoreksi sebesar 0,2%. Itu kenapa, sebagian besar mata uang kawasan berhasil rebound dan bergerak di zona hijau pada sesi perdagangan pagi. 


Won Korea Selatan memimpin penguatan hari ini sebesar 0,8%, disusul ringgit Malaysia 0,34%, baht Thailand, 0,18%, yuan offshore dan dolar Singapura masing-masing menguat 0,09%. Begitu juga peso Filipina menguat 0,04%, dan dolar Hong Kong 0,01%. 

Mata uang Asia (Bloomberg)

Selain koreksi harga minyak mentah, penguatan sebagian mata uang kawasan dipicu oleh sentimen domestik. Misalnya, won Korea Selatan berhasil pulih dari pelemahan tajam setelah pemerintah mengumumkan langkah yang lebih tegas terhadap aktivitas perdagangan spekulatif dan praktik pasar yang memicu volatilitas tinggi.