Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, Mega Capital Sekuritas menyebut pergerakan di pasar SUN juga dipicu oleh proses normalisasi kurva yield yang selama ini terlalu terdistorsi akibat intervensi agresif otoritas.
"Kurva yield yang saat ini masih berbentuk inverted-humped diakibatkan oleh intevensi yang berlebihan demi menjaga stabilitas rupiah, serta cost of fund pemerintah tetap rendah sesuai asumsi APBN tahun fiskal 2026 pada 10Y SUN yield 6,9%," sebut Lionel.
Meski begitu, menurut Lionel kondisi tersebut semakin sulit dipertahankan seiring menurunnya kepercayaan pasar terhadap prospek fiskal Indonesia. Defisit fiskal dalam basis trailing twelve months (TTM) telah mencapai 3,48% terhadap PDB per Mei, memunculkan kekhawatiran mengenai kebutuhan pembiayaan pemerintah ke depan.
Di saat yang sama, selisih imbal hasil (yield spread) antara SUN tenor 10 tahun dan US Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 234,6 basis poin, lebih rendah dibandingkan estimasi nilai wajarnya di rentang 250-270 basis poin. Dengan perhitungan tersebut, yield SUN 10 tahun dinilai lebih mencerminkan kondisi fundamental apabila berada di kisaran 7,0%-7,2%.
Tekanan juga datang dari pasar global. Aksi jual obligasi Indonesia berdenominasi dolar AS (INDON) menguat setelah data ketenagakerjaan AS pada Mei menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap kuat dan resilien.
Data tersebut memperbesar peluang Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, bahkan membuka ruang bagi kenaikan suku bunga tambahan jika lonjakan harga energi akibat ketegangan di Selat Hormuz kembali mendorong inflasi. Dalam kondisi tersebut, investor cenderung meminta premi risiko yang lebih tinggi terhadap aset negara berkembang, termasuk Indonesia
Dengan kombinasi tekanan domestik dan eksternal tersebut, Mega Capital Sekuritas memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun masih berpotensi bergerak naik menuju kisaran 6,9-6,95% dalam perdagangan hari ini, dengan risiko kenaikan lebih lanjut apabila tekanan terhadap rupiah dan pasar obligasi global terus berlanjut.
(dsp/aji)


























