Logo Bloomberg Technoz

Daya Beli Warga akan Jadi Ujian Industri Motor Listrik Nasional

Pramesti Regita Cindy
24 July 2026 07:42

Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Shoowroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Shoowroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai rencana pemerintah meluncurkan motor listrik buatan nasional akan diuji oleh daya beli masyarakat serta kesiapan ekosistem pendukung di tengah kondisi ekonomi yang saat ini tidak sepenuhnya mudah. 

Terlebih Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, sehingga biaya pembiayaan masih relatif tinggi.

Di samping itu, indikator konsumsi masyarakat juga menunjukkan adanya perlambatan. Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2026 memang masih mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level optimistis 117,8. Namun, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini maupun Indeks Ekspektasi Konsumen tercatat menurun dibanding bulan sebelumnya.


Di saat yang sama, Survei Penjualan Eceran memperkirakan penjualan ritel Juni kembali turun 0,8% secara bulanan setelah pada Mei terkontraksi 1,5%.

"Jadi, pasar motor listrik nasional tetap ada, tetapi konsumen akan sangat rasional: mereka akan membeli jika harga terjangkau, biaya pakai lebih murah daripada motor bensin, pengisian daya mudah, layanan purna jual kuat, dan kualitasnya terbukti," kata Josua kepada Bloomberg Technoz, dikutip Jumat (24/7/2026).