Sebagai langkah awal, pemerintah AS saat ini dilaporkan sudah mulai bergerak untuk menghitung estimasi biaya perbaikan kerusakan yang ada.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah menginstruksikan timnya untuk menilai kondisi terkini di negara-negara sekutu AS di kawasan tersebut. Tim tersebut diminta untuk mengajukan estimasi biaya yang komprehensif terkait perbaikan seluruh kerusakan yang disebabkan oleh serangan Teheran sejak awal konflik meletus.
Sejak AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran dan kelompok-kelompok proksinya telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke infrastruktur minyak, fasilitas industri, serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah kawasan tersebut. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Departemen Keuangan AS juga akan mempertimbangkan apakah aset Iran dapat digunakan untuk mendukung perbaikan atas kerusakan yang terjadi pada masa lalu, ujar pejabat itu. Langkah tersebut membuka kemungkinan adanya penggantian biaya untuk pemulihan infrastruktur minyak yang menjadi sasaran serangan Teheran dan kelompok-kelompok yang didukung Iran beberapa tahun lalu.
Presiden AS Donald Trump menilai bahwa serangan Teheran terhadap negara-negara tetangganya di Teluk Persia justru semakin menjauhkan Iran dari sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Trump juga kerap mengkritik mantan Presiden Barack Obama karena pernah mentransfer dana kepada Iran. Ia mengindikasikan tidak ingin kehilangan posisi tawar dengan melepaskan aset-aset tersebut, dan menegaskan bahwa tidak akan ada pertukaran uang dalam proses negosiasi saat ini.
(bbn)

























