Harga Minyak Naik Usai Trump Redam Peluang Dialog dengan Iran
News
22 July 2026 07:15

Kanoko Matsuyama dan Gabriel Levin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah bergerak naik setelah Donald Trump meredam peluang pembicaraan damai dalam waktu dekat dengan Iran, sembari mengancam akan melancarkan serangan balasan lanjutan. Di saat yang sama, risiko terhadap pasokan global kini meluas dari kawasan Timur Tengah hingga ke Laut Hitam.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat mendekati US$85 per barel, sekaligus mencatat kenaikan untuk hari keempat berturut-turut. Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$91 per barel pada Selasa (21/7). Trump menegaskan akan memberikan respons jika kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengganggu pelayaran di Laut Merah. Ia juga kembali mengancam akan segera menyerang Pickaxe Mountain, lokasi yang dicurigai sebagai fasilitas nuklir Iran.
Kontrak berjangka minyak melonjak sepanjang bulan ini seiring kian meningkatnya eskalasi permusuhan antara AS dan Iran di Timur Tengah, ditandai dengan serangan terhadap tiga kapal tanker dalam beberapa hari terakhir di dekat Oman di Selat Hormuz. Di luar kawasan tersebut, pasar juga tengah bergelut dengan gelombang serangan di terminal Caspian Pipeline Consortium yang berada di pesisir Laut Hitam Rusia—jalur utama pengiriman sebagian besar minyak mentah milik Kazakhstan.
Pada hari Selasa, Trump menyebut pihak Iran “sangat ingin bertemu,” seraya menambahkan bahwa AS tidak memiliki ketertarikan untuk melakukan hal itu. Pemerintah Teheran sendiri membantah klaim yang menyebut mereka tengah mengupayakan ruang dialog. Pergerakan harga minyak mentah pun berulang kali bergejolak, sangat bergantung pada potensi eskalasi konflik maupun peluang meredanya konflik.
































