Logo Bloomberg Technoz

Aksi 'Serok' di Bawah Kerek Harga Emas, Pilih Jual atau Beli?

Hidayat Setiaji
22 July 2026 07:02

Karyawan menata emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menata emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Bagaimana proyeksi harga sang logam mulia untuk hari ini?

Pada Selasa (21/7/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.080,6/troy ons. Melonjak 1,81% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 10 Juli atau hampir dua pekan terakhir.

Sepertinya faktor bargain buying atau ‘serok’ di bawah menjadi penyebab kebangkitan harga emas. Maklum, harga aset ini memang sudah turun lumayan dalam sehingga kembali menarik di mata investor.


Dalam sebulan terakhir, harga emas mencatat koreksi 2,67% secara point-to-point. Sepanjang 2026 (year-to-date), harga terpangkas 5,56%.

Harga emas sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa yaitu nyaris US$ 5.600/troy ons pada Januari. Sejak perang di Timur Tengah meletus, harga ambruk lebih dari 25%.