Bos Danantara Beber Sumber Kelolaan Devisa DSI Senilai US$10,5 M
Sabrina Mulia Rhamadanty
21 July 2026 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani memberikan penjelasan mengenai pengelolaan devisa senilai lebih dari US$10,5 miliar oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026.
Rosan mengungkapkan pencapaian tersebut merupakan hasil dari integrasi data ekspor lintas instansi serta keberhasilan pemerintah dalam memangkas selisih harga (gap) antara harga jual komoditas domestik dan indeks harga internasional.
Menurut Rosan, sejak 1 Juni hingga pertengahan Juli 2026, Danantara telah berhasil menarik dan mengonsolidasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga yang selama ini bekerja secara terpisah (silo).
Instansi tersebut meliputi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Jadi, kita mulai dari 1 Juni sampai Juli per tanggal minggu lalu. Kita sudah bisa menarik data dari semua instansi atau kementerian—baik Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan beberapa instansi lain — yang selama ini biasanya tidak terkonsolidasi,” ujar Rosan usai menghadiri taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026) petang.
































