Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Klaim PT DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar 

Dovana Hasiana
20 July 2026 20:10

Truk dan ekskavator di tengah asap di tambang batu bara terbuka PT Exploitasi Energi Indonesia di Palaran, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dadang Tri
Truk dan ekskavator di tengah asap di tambang batu bara terbuka PT Exploitasi Energi Indonesia di Palaran, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sudah mengelola devisa lebih dari US$10,5 miliar sejak beroperasi 1 Juni 2026. 

Padahal, kebijakan satu ekspor melalui DSI saat ini masih dalam masa transisi dan belum beroperasi secara penuh. Prabowo menargetkan kebijakan ini akan diimplementasikan secara penuh pada 1 September 2026.

“Saya dapat laporan dari CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa baru satu bulan, dua minggu bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih US$10,5 miliar dolar,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026). 


Tak hanya itu, Prabowo mengatakan DSI sudah mampu mengurangi jarak (gap) perbedaan antara harga jual di Indonesia dan internasional. Menurutnya, jarak perbandingan harga mencapai 30% dan mendekati 40-45% sebelum ada DSI. Namun, jarak itu mulai mengecil setelah ada DSI. 

Prabowo menargetkan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan mulai diterapkan secara penuh per 1 September 2026. Saat ini, kebijakan ekspor satu pintu tengah berada dalam tahap transisi usai PT Danantara Sumberdaya Indonesia mulai beroperasi pada 1 Juni 2026.