Logo Bloomberg Technoz

Tercatat ada empat politisi Republik yang bergabung dengan seluruh anggota Demokrat yang hadir untuk meloloskan resolusi ini: Thomas Massie dari Kentucky, Tom Barrett dari Michigan, Warren Davidson dari Ohio, dan Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania. Ini merupakan keempat kalinya tahun ini Demokrat mendesak pemungutan suara terkait isu perang, dan menjadi momen pertama bagi mereka menggalang cukup dukungan dari Republik untuk menang.

Usai voting, Fitzpatrick menyatakan bahwa perang ini kian menyengsarakan warga Amerika yang sedang berjuang menghadapi tingginya biaya hidup.

"Perang ini jelas sama sekali tidak membantu dalam meredam inflasi," ketus Fitzpatrick, yang mewakili distrik kompetitif secara politik di pinggiran kota Philadelphia.

Pimpinan Partai Republik di DPR sebelumnya berusaha menunda pemungutan suara tersebut, bahkan secara mendadak membatalkan agenda serupa pada Mei setelah terlihat bahwa pihak yang menentang konflik kemungkinan akan menang.

"Ini adalah prospek yang sangat berbahaya jika saat ini kita mencabut dari pemerintahan dan panglima tertinggi kemampuan untuk bernegosiasi," kata Ketua DPR Mike Johnson sebelum pemungutan suara pada Rabu.

Penolakan DPR terhadap perang menjadi kemunduran terbaru bagi Trump, yang selama sebagian besar masa jabatan keduanya berhasil mengendalikan Kongres sesuai keinginannya. Setelah mendapat penolakan dari anggota Partai Republik, Trump pada Selasa terpaksa membatalkan anggaran senilai US$1,8 miliar yang direncanakan untuk membayar sekutu politik yang mengklaim menjadi sasaran perlakuan tidak adil dari pemerintah. Pada hari yang sama, Senat yang dikuasai Partai Republik juga mencoret pendanaan untuk pembangunan ballroom baru di Gedung Putih dari paket anggaran pemerintah.

Konflik militer dan penutupan Selat Hormuz telah mendorong lonjakan harga energi global. Harga rata-rata bensin reguler di AS mencapai US$4,26 per galon pada Rabu, menurut data American Automobile Association (AAA).

Lonjakan inflasi sejak perang dimulai juga menggerus daya beli masyarakat Amerika, menambah tekanan bagi konsumen yang sebelumnya sudah terbebani tingginya biaya hidup. Setelah memperhitungkan kenaikan harga, upah riil warga AS pada April tercatat turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunan pertama sejak 2023. Sentimen konsumen AS pada Mei juga merosot ke level terendah sepanjang sejarah.

Sebanyak 64% warga Amerika menilai keputusan untuk berperang dengan Iran adalah langkah yang salah, berdasarkan jajak pendapat New York Times/Siena yang dilakukan pada Mei.

Para anggota DPR dan Senat juga menyampaikan kekhawatiran mengenai besarnya biaya operasi militer terhadap Iran, serta minimnya informasi mengenai kebutuhan penggantian dan perbaikan persenjataan maupun peralatan militer. Hingga kini, pemerintahan Trump belum mengajukan permintaan anggaran tambahan kepada Kongres.

Pelaksana tugas pengawas anggaran Pentagon, Jules Hurst, mengatakan kepada anggota parlemen pada 12 Mei bahwa biaya perang Iran hingga saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$29 miliar. Namun, sejumlah pakar independen menilai angka tersebut terlalu rendah mengingat besarnya biaya amunisi, operasi militer, dan pengerahan pasukan di Timur Tengah.

Barrett, anggota DPR dari Partai Republik yang menghadapi persaingan politik ketat, mengatakan dirinya memilih mendukung penghentian operasi militer karena konflik tersebut telah berlangsung melampaui batas 60 hari yang ditetapkan dalam War Powers Act untuk operasi tempur tanpa persetujuan Kongres.

(bbn)

No more pages