Minyak Dunia Masih Berpeluang Turun Lagi ke US$80, Ini Syaratnya
Azura Yumna Ramadani Purnama
21 July 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah ekonom menilai masih terdapat peluang harga minyak mentah dunia kembali melandai ke level US$80 hingga US$85 per barel, dengan catatan isu usulan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)–Iran bisa terealisasi.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mencermati adanya isu proposal gencatan senjata antara kedua negara tersebut sempat membuat harga minyak mentah turun dari pucuknya di sekitar US$91/barel.
“Jika ada gencatan senjata yang kredibel, harga bisa turun kembali ke US$80—US$85/barel,” kata Josua ketika dihubungi, Selasa (21/7/2026).
Josua menilai kenaikan harga minyak mentah dunia ke level di atas US$90/barel merupakan lonjakan tambahan gegara risiko perang, bukan terkait permintaan minyak dunia tiba-tiba naik.
Dia memandang saat ini para pelaku pasar tengah menilai risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah, terutama bila jalur perdagangan migas di Selat Hormuz terganggu.
































