Logo Bloomberg Technoz

3 Skenario Harga Minyak Dunia, Terburuk Bisa Sentuh US$120

Azura Yumna Ramadani Purnama
21 July 2026 13:00

Platform Edith, sebuah platform minyak dan gas lepas pantai yang dioperasikan oleh DCOR LLC, di lepas pantai Long Beach, California, AS./Bloomberg-Tim
Platform Edith, sebuah platform minyak dan gas lepas pantai yang dioperasikan oleh DCOR LLC, di lepas pantai Long Beach, California, AS./Bloomberg-Tim

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom membeberkan tiga skenario pergerakan harga minyak mentah dunia, usai kembali memanasnya hubungan antara Amerika Serikat (AS)–Iran hingga membuat jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz kembali terganggu.

Dalam skenario terburuk, harga minyak mentah bisa menembus ke kisaran US$120—US$130/barel jika terjadi gangguan yang serius di Selat Hormuz dalam konflik fase II tersebut.

Ekonom Center Of Reform On Economics (Core) Rendy Yusuf Manilet mencermati konflik fase kedua tersebut terjadi berbarengan dengan makin tipisnya bantalan pasar global atau cadangan minyak mentah dunia.


Dalam skenario pertama, Yusuf memprediksi harga minyak mentah dunia bergerak di kisaran US$85—US$95/barel, jika ketegangan mereda dalam waktu dekat dan arus pengiriman melalui Selat Hormuz tetap normal.

Skenario kedua, Yusuf menilai harga minyak mentah bakal bertahan di kisaran US$95—US$119/barel jika konflik berlangsung lebih lama, tetapi Selat Hormuz tak terganggu secara penuh.