Pasar Minyak Panas Lagi, Brent Berpotensi Segera Sentuh US$100
Azura Yumna Ramadani Purnama
21 July 2026 12:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom memprediksi harga minyak mentah dunia bakal bergerak di sekitar US$88—US$100/barel usai sempat menyentuh US$90/barel seiring dengan eskalasi seteru Amerika Serikat (AS)-Iran, yang menghambat jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai kenaikan harga minyak mentah Brent ke atas US$90/barel merupakan tambahan risiko akibat perang ke pasar energi, bukan semata-mata karena permintaan minyak dunia tetiba melonjak.
Dia memandang pasar sedang menilai risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah, terutama jika Selat Hormuz terganggu.
Josua juga mencermati peringatan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan bantalan pasar minyak sudah terpakai karena penurunan permintaan, kenaikan produksi, dan penarikan persediaan sebelumnya; sehingga ruang untuk menyerap guncangan baru makin terbatas.
“Dalam jangka pendek, saya memperkirakan Brent akan bergerak sangat bergejolak di kisaran US$88—US100/barel,” kata Josua ketika dihubungi, Selasa (21/7/2026).
































