Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan tersebut terjadi setelah beberapa hari meningkatnya ketegangan, termasuk terkait operasi Israel terhadap Hezbollah di Lebanon, yang mengancam menggagalkan perundingan antara AS dan Iran. Kedua pihak telah menyepakati kerangka dasar yang diharapkan dapat memperpanjang gencatan senjata serta membuka kembali Selat Hormuz, meskipun negosiasi mengenai rincian akhir masih berlangsung lambat.

“Ketegangan yang berlanjut di Timur Tengah terus membayangi sentimen risiko secara keseluruhan,” kata Fawad Razaqzada dari Forex.com. “Pertukaran serangan terbaru antara pasukan AS dan Iran semalam menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan kesepakatan gencatan senjata tersebut.”

Oil Climbs as US-Iran Clashes Cloud Outlook for Deal. (Sumber: Nymex).

Meskipun dunia usaha menghadapi laju kenaikan biaya input tercepat dalam hampir empat tahun, data menunjukkan aktivitas sektor jasa meningkat pada Mei. Indikator pesanan baru juga naik, menegaskan bahwa permintaan konsumen tetap tangguh.

Menjelang laporan ketenagakerjaan (payrolls) pada Jumat, data menunjukkan perusahaan-perusahaan menambah jumlah pekerja terbanyak sejak Januari 2025, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mungkin mulai mendapatkan momentum meskipun biaya energi meningkat. Jika tren tersebut dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah, hal itu dapat memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve lebih mungkin menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

“Jika data ekonomi AS yang masuk terus memberikan kejutan positif, investor mungkin akan semakin mengekspresikan pandangan bahwa The Fed akan lebih hawkish melalui penguatan kembali dolar AS, terutama terhadap mata uang dengan imbal hasil rendah atau nol serta aset seperti yen Jepang dan emas,” kata Fawad Razaqzada.

Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, mengatakan para pejabat bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga lagi pada tahun ini untuk membawa inflasi kembali ke target. Secara terpisah, Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan kepada Yahoo Finance bahwa ia belum melihat arah yang jelas untuk pergerakan suku bunga ke depan.

Lapangan kerja tetap stabil dalam beberapa pekan terakhir sementara inflasi terus meningkat di sebagian besar wilayah AS, terutama didorong oleh dampak perang terhadap harga energi, menurut survei Beige Book The Fed yang menghimpun pandangan para pelaku usaha di berbagai wilayah.

Berikut pergerakan utama di pasar keuangan:

Saham

  • S&P 500 turun 0,7% pada pukul 16.00 waktu New York.
  • Nasdaq 100 turun 0,3%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 1,2%.
  • MSCI World Index turun 0,7%.

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,3%.
  • Euro melemah 0,3% menjadi US$1,1598.
  • Pound sterling melemah 0,3% menjadi US$1,3420.
  • Yen Jepang melemah 0,1% menjadi 160,08 per dolar AS.

Kripto

  • Bitcoin turun 3,3% menjadi US$65.273,51.
  • Ether turun 5,4% menjadi US$1.801,54.

Obligasi

  • Imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun naik 5 basis poin menjadi 4,49%.
  • Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun naik 6 basis poin menjadi 3,04%.
  • Yield obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun naik 7 basis poin menjadi 4,93%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,7% menjadi US$96,29 per barel.
  • Emas spot turun 1,1% menjadi US$4.439,63 per ons.

    (bbn)

    No more pages