Logo Bloomberg Technoz

RI Beli Minyak Rusia, Pakar Sebut Belum Tentu Murah Meski via G2G

Azura Yumna Ramadani Purnama
21 July 2026 13:30

Pengeboran minyak di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov
Pengeboran minyak di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior industri minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo menilai tidak terdapat jaminan Indonesia bisa mendapatkan harga minyak mentah dari Rusia dengan harga yang lebih murah dari harga pasar, meskipun telah terdapat kesepakatan antarnegara yang diteken.

Hadi, yang juga Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), menilai minyak mentah Eastern Siberia Pacific Ocean (ESPO) yang diimpor Indonesia termasuk dalam kategori crude dengan kualitas premium sehingga memang memiliki harga yang relatif tinggi.

Selain itu, Hadi menilai transaksi pembelian tetap dilakukan antarkorporasi sehingga mekanisme penentuan harga mengacu pada praktik perdagangan internasional dan karakteristik masing-masing jenis minyak mentah.


“[ESPO] itu minyak high grade, karena beda karakter minyak, beda pula harga sesuai speksifikasinya. Jadi tidak bisa dibandingkan. Walaupun [terdapat kesepakatan] G2G [government to government], tetap dalam perdagangan internasional kalkulasinya didasarkan pada [kesepakatan] korporasi sebagai pelaksana. Kesepakatan G2G hanya bicara alokasi,” kata Hadi ketika dihubungi, Selasa (21/7/2026).

Ekspor minyak Rusia ke Asia sampai dengan medio Juni 2026./dok. Bloomberg

Risiko Sanksi