Logo Bloomberg Technoz

Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Tembus US$91

News
20 July 2026 06:50

Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)

Nicholas Lua - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mentah jenis Brent melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling meningkatkan eskalasi konflik sepanjang akhir pekan. Eskalasi ini mencakup penyergapan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz hingga serangan militer terhadap fasilitas minyak vital di Kuwait.

Minyak mentah acuan global tersebut melesat lebih dari 3% hingga diperdagangkan di kisaran US$91 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juni. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) terkerek mendekati US$85 per barel. Pihak Teheran menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran secara efektif telah runtuh, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya gangguan yang lebih parah pada jalur pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz.


Angkatan Laut Iran pada hari Minggu (19/7) menyatakan telah menghentikan empat kapal tak dikenal yang mencoba menggunakan "jalur tidak aman" di Selat Hormuz setelah mengabaikan peringatan. Dua kapal di antaranya "mengalami insiden dan langsung dihentikan di tempat," sementara dua kapal sisanya "memilih balik arah dan membatalkan pelayaran," demikian pernyataan resmi Angkatan Laut Iran.

Aksi saling serang selama sepekan terakhir telah meluas melampaui target-target militer hingga menghantam infrastruktur sipil seperti jembatan, fasilitas umum, dan area pelabuhan. Kondisi ini memperkecil peluang untuk kembali ke kesepakatan gencatan senjata yang rapuh. Perusahaan minyak negara Kuwait Petroleum Corp mengonfirmasi bahwa Iran menyerang salah satu fasilitas minyaknya pada hari Sabtu, yang menyebabkan kerusakan signifikan.

Harga minyak Brent. (Sumber: Bloomberg)