Bursa Saham Asia Melemah Imbas Eskalasi Konflik AS-Iran
News
20 July 2026 08:00

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan, sementara bursa saham Asia melemah setelah aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas sepanjang akhir pekan. Ketegangan geopolitik ini memperparah gelombang aksi jual (selloff) di sektor teknologi yang sebelumnya telah mengguncang pasar keuangan global.
Minyak jenis Brent melesat hingga 3,8% menembus angka US$91 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Juni lalu, seiring aksi saling serang yang kini meluas melampaui target-target militer. Di sisi lain, mata uang dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia. Kontrak berjangka (futures) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun merosot tujuh basis poin, sementara perdagangan pasar tunai di kawasan Asia ditutup pada hari Senin (20/7) karena libur nasional di Jepang.
Bursa saham Asia kompak melemah, ditandai dengan Indeks Kospi Korea Selatan yang anjlok lebih dari 1%. Sebaliknya, kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,6% setelah sempat terpuruk pada perdagangan Jumat pekan lalu. Di saat bersamaan, startup kecerdasan buatan (AI) Moonshot AI—yang model terbarunya memicu aksi jual saham teknologi global usai mengusik dominasi AS di sektor AI—menyampaikan kepada investor bahwa mereka berencana melantai di bursa (IPO) dalam kurun waktu enam bulan ke depan.
Eskalasi konflik di Timur Tengah ini semakin memicu kecemasan di pasar yang memang sedang rapuh. Aksi jual saham-saham teknologi sebelumnya terakselerasi akibat kekhawatiran publik bahwa gelombang belanja besar-besaran untuk AI makin sulit dibuktikan hasilnya. Meski permintaan AI dan laba korporasi masih solid, munculnya keraguan atas keberlanjutan pertumbuhan tersebut telah mendorong indeks saham sektor semikonduktor masuk ke area pasar lesu (bear market).




























