Logo Bloomberg Technoz

Para pelaku pasar swap kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan RBA bulan Agustus mendatang hanya sebesar 50:50. Kendati demikian, mereka tetap mempertahankan proyeksi bahwa RBA mungkin akan menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun ini.

Laporan PDB ini merupakan salah satu data fundamental utama yang akan diperiksa secara ketat oleh RBA menjelang pertemuan kebijakan mereka pada 15-16 Juni. Pertemuan tersebut akan menentukan apakah pengetatan moneter yang telah dilakukan selama ini sudah cukup untuk membawa perekonomian kembali seimbang. Bulan lalu, RBA baru saja menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya berturut-turut menjadi 4,35% demi meredam tekanan inflasi.

Perbandingan suku bunga bank sentral Australia, AS, hingga Kanada. (Sumber: Bloomberg)

Perlambatan ekonomi ini terjadi di tengah latar belakang perang AS-Iran yang terus berlanjut dan mengerek biaya energi global. Sejumlah ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Australia akan melemah lebih dalam pada kuartal ini, seiring akumulasi dampak buruk dari konflik tersebut dengan efek tunda dari kampanye pengetatan moneter RBA.

Westpac Banking Corp menjadi salah satu lembaga keuangan yang memperingatkan potensi kontraksi ekonomi Australia pada periode April hingga Juni. Sebagai catatan, di luar masa pandemi, Australia belum pernah lagi mengalami resesi teknis—yang didefinisikan sebagai kontraksi ekonomi selama dua kuartal berturut-turut—dalam hampir 35 tahun terakhir.

Pada hari Selasa (2/6), anggota dewan RBA Ian Harper menekankan bahwa tekanan inflasi baru sebenarnya sudah muncul bahkan sebelum guncangan sektor energi melanda, dan situasi saat ini dipastikan akan mendorong harga-harga naik lebih tinggi lagi. Ia menyatakan bahwa meski RBA tidak dapat mencegah hal tersebut, dewan gubernur bertugas untuk "memastikan bahwa efek kenaikan harga tersebut tidak mengakar dalam perekonomian Australia."

Di sisi lain, para ekonom di Goldman Sachs Group Inc menilai "pernyataan tersebut menunjukkan sikap RBA yang cenderung agresif". Mereka memprediksi adanya kenaikan suku bunga terakhir sebesar 25 basis poin pada bulan Agustus, yang akan membawa suku bunga acuan Australia ke level tertinggi di angka 4,6%.

(bbn)

No more pages