Logo Bloomberg Technoz

Ketegangan di kawasan juga tetap tinggi setelah AS menyerang situs radar serta pusat komando dan kendali Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut dibalas oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dengan mencoba menargetkan pangkalan udara milik AS.

Selama berbulan-bulan, Trump terus menyatakan optimisme bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran sudah berada dalam jangkauan. Namun, tekad Israel untuk tetap menjalankan agenda militernya sendiri menunjukkan terbatasnya kendali Trump terhadap arah krisis tersebut.

Perkembangan ini kembali menyoroti satu aspek perang yang selama ini enggan diakui Trump: AS dan Israel memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai seperti apa akhir dari konflik tersebut. Perbedaan itu kini mengancam negosiasi yang rapuh dan telah berlangsung lama antara Washington dan Teheran, yang bersikeras bahwa Lebanon harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan perdamaian.

Perhatian utama pasar minyak tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang menampung sekitar seperlima arus perdagangan minyak dan gas alam cair global. Hingga kini, lalu lintas komersial yang terlihat di perairan tersebut masih sangat terbatas. Harga minyak mentah Brent naik 1 persen menjadi US$97 per barel seiring munculnya kembali bentrokan di kawasan.

Meski Trump berulang kali menggambarkan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan, Republik Islam itu pada Senin menyatakan bahwa pembicaraan melalui mediator telah ditangguhkan. Namun pada Selasa, Trump membantah bahwa negosiasi telah berhenti.

Israel menegaskan bahwa serangannya terhadap Hizbullah merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan Israel maupun kawasan secara keseluruhan.

AS dan Israel memulai perang ini bersama-sama melalui serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari. Namun, tanda-tanda keretakan hubungan di antara keduanya kini berpotensi mempersulit upaya Trump untuk mengakhiri konflik.

Presiden AS itu juga menghadapi tantangan untuk meyakinkan para pengamat, termasuk pelaku pasar minyak, bahwa ia mampu memutus siklus berulang antara eskalasi militer dan diplomasi yang selama ini mewarnai konflik tersebut.

Ketika gencatan senjata sementara antara AS dan Iran berhasil dimediasi pada awal April, Israel justru meningkatkan operasinya di Lebanon. Setelah itu Iran mengancam keluar dari perundingan. Trump kemudian berbicara dengan Netanyahu, dan pemimpin Israel tersebut menjanjikan penghentian serangan. Pola peristiwa serupa kurang lebih kembali terulang dalam dua hari terakhir.

Para negosiator AS dan Iran juga masih bergulat dengan sejumlah isu krusial lainnya, termasuk kebebasan navigasi di Selat Hormuz, masa depan dana Iran yang dibekukan di luar negeri, serta cakupan pengaturan keamanan regional yang lebih luas.

Iran mengecam semakin dalamnya invasi Israel ke Lebanon dan menyatakan dapat memperketat pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, menutup Selat Bab el-Mandeb, serta melancarkan serangan langsung terhadap Israel.

(bbn)

No more pages