Ditekan Demokrat di Kongres, Menlu AS Rubio Bela Operasi di Iran
News
03 June 2026 07:50

Eric Martin - Bloomberg News
Bloomberg, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mati-matian membela operasi militer AS di Iran serta strategi kesehatan masyarakat global pemerintahan Donald Trump di tengah memburuknya wabah Ebola. Pembelaan tersebut disampaikan Rubio saat menghadapi rentetan pertanyaan dari politisi Partai Demokrat dalam dua sesi dengar pendapat di Kongres pada hari Selasa (2/6).
Dalam penjelasannya, Rubio mengeklaim bahwa militer AS telah berhasil menghancurkan sebagian besar kemampuan rudal dan angkatan laut Iran. Kendati demikian, ia mengakui bahwa Iran masih memiliki banyak pesawat nirawak (drone) tempur karena aset tersebut sangat mudah diproduksi. Rubio juga mengungkapkan bahwa Iran telah memasang ranjau di sebagian besar wilayah Selat Hormuz. Jalur perairan strategis tersebut secara efektif telah ditutup oleh Teheran sejak Pentagon meluncurkan Operasi Epic Fury—sebuah langkah militer yang memicu lonjakan tajam harga energi global.
"Operasi Epic Fury—sebagian dari Anda mungkin tidak menyukainya, sebagian lagi mendukung—sangat sukses dalam mencapai tujuan militernya, yaitu secara dramatis memangkas basis industri pertahanan Iran," ujar Rubio pada Selasa pagi di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, di mana ia pernah menjadi anggota sebelum bergabung dalam kabinet Trump.
Meskipun anggota parlemen dari Partai Republik sebagian besar memuji perang AS di Iran serta langkah pemerintah di Amerika Latin, politisi Demokrat memanfaatkan kesempatan publik pertama mereka sejak Januari lalu untuk menyudutkan diplomat utama Trump tersebut. Mereka berulang kali menuding Trump dan Rubio sebagai arsitek perang gagal yang telah menyebabkan lonjakan harga energi, dan dinilai tidak akan mampu mengekang program nuklir Iran seperti halnya kesepakatan tahun 2015 yang dulu diputus sepihak oleh Trump.





























