Meskipun demikian, secara bulan ke bulan beberapa komoditas mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam dan telur ayam serta bawang putih seiring dengan melimpahnya pasokan. Inflasi administered price meningkat menjadi 2,07% (yoy) disebabkan oleh penyesuaian tarif angkutan udara akibat kenaikan harga avtur dan kenaikan harga BBM nonsubsidi di tengah masih tingginya harga minyak mentah dunia.
Inflasi inti tercatat sebesar 2,59% (yoy) dipengaruhi oleh tekanan harga komoditas global yang mendorong kenaikan harga beberapa produk elektronik. Di sisi lain, harga emas perhiasan mengalami penurunan sehingga menyumbang deflasi secara bulan ke bulan. Pertumbuhan inflasi inti nonemas mencatat kenaikan dari 1,71% (yoy) pada April 2026 menjadi 1,91% (yoy).
(lav)



























